SAN SHINE:Fokus pada masalahmu, kamu tak akan mendapat solusi. Fokus pada Tuhan, Dia akan memberimu solusi:SAN SHINE:Kebahagian tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari perasaan mensyukuri apa yang dimiliki:SAN SHINE:Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yg kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yg kita butuhkan

Kamis, 15 Desember 2016

ARTIKEL MASYARAKAT MADANI


MASYARAKAT MADANI
1.    Pengertian masyarakat madani
Masyarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya.  Untuk pertama kali istilah Masyarakat Madani dimunculkan oleh  Anwar Ibrahim, mantan wakil perdana menteri Malaysia. Menurut Anwar Ibrahim, masyarakat madani merupakan sistem sosial yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.Inisiatif dari individu dan masyarakat akan berupa pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah yang berdasarkan undang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu.
Terjemaahan makna masyarakat madani ini, banyak diikuti oleh para cendikiawan dan ilmuan di Indonesia, seperti nurcholish madjid,M.Dawam Rahardjo,Azyumardi Azra dan sebagainya.Dawam Rahardjo mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Dawam menjelaskan, dasar utama dari masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup, menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup dalam suatu persaudaraan.
Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society, juga berdasarkan pada konsep negara-kota madinah  yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun622 M. Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang beradaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun, dan konsep Al Madinah al Fadhilah(Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al-Farabi pada abad pertengahan.
2.    Konsep Masyarakat Madani.
Masyarakat madani merupakan
konsep yang berasal dari pergolakan politik dan sejarah masyarakat eropa barat yang mengalami proses transformasi dari pola kehidupan feodal menuju kehidupan masyarakat industri kapitalis. konsep masyarakat madani sebagai civil society (masyarakat sipil), muncul pada masa pencerahan (Renaissance) di Eropa melalui pemikiran John Locke dan Emmanuel Kant. Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah. Memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang berbeda – beda. Bila merujuk pada pengertian dalam bahasa Inggris, ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil, sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Masyarakat sipil (civil society)  ini banyak dikemukakan oleh Mansour fakih untuk menyebutkan prasyarat masyarakat dan Negara dalam rangka proses penciptaan dunia secara mendasar baru dan lebih baik. Dan pada prinsipnya konsep masyarakat madani adalah sebuah tatanan komunitas masyarakat yang mengedepankan toleransi, berkeadaban serta menghargai akan adanya pluralisme (kemajemukan), masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi, berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki bandingan, mampu berkoordinasi, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi, dan hak asasi, namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis
3.    Ciri-ciri Masyarakat Madani
Secara umum, ciri-ciri masyarakat madani yaitu hadirnya sikap toleransi, prinsip pluralisme dan juga pengakuan terhadap hak asasi pada setiap elemen pribadi manusia yang ada dalam sebuah kelompok masyarakat. Menurut Bahmueller, ada beberapa ciri yang dapat ditemui pada masyarakat madani, yaitu :
·         Saling terintergrasinya individu – individu eksklusif ke dalam kelompok masyarakat melalui aliansi dan kontrak sosial.
·         Kekuasaan tersebar merata di semua lapisan masyarakat sehingga dominasi kalangan tertentu dapat diminimalisir dengan berbagai kekuatan alternatif yang ada. Program-program pembangunan berbasis masyarakat dicukupi dan mayoritasnya dikuasai oleh negara.
·         Kreativitas masyarakat berkembang dengan cepat dan tidak dibatasi oleh rezim otoriter
·         Kepentingan individu atas negaranya terjembatani dengan baik oleh berbagai macam organisasi volunteer yang dapat memberikan masukan berguna kepada para pemimpin di pemerintahan.
·         Loyalitas dan kepercayaan masyarakat meningkat. Masyarakat menjadi lebih saling percaya dan saling menghargai satu sama lain sehingga sifat ego dapat lebih dihindari.
·         Masyarakat dibebaskan melakukan berbagai kegiatan melalui lembagai sosial dari beragam perspektif


4.    Gerakan social untuk memperkuat masyarakat madani
Keberadaan masyarakat madani tidak terlepas ari peran gerakan sosial, gerakan sosial dapat dipadankan dengan perubahan sosial atau masyarakat sipil yang didasari oleh pembagian tiga ranah,yaitu Negara(state), perusahaan atau pasar, dan masyarakat sipil. Berdasarkan pembagian ini, maka terdapat gerakan politik yang berada di ranah Negara dan gerakan ekonomi. Pembagian ini telah dibahas juga oleh Sidney tarrow yang melihat political parties berkaitan denagn gerakan politik, yakni sebagai upaya perebutan dan penguasaan jabatan politik oleh parti politik melalui pemilu. Gerakan ekonomi berkaitan dengan lobby dimana terdapat upaya melakukan perubahan kebijakan public tanpa harus menduduki jabatan politik tersebut. Berdasaarkan pemetaan diatas, secara empiris ketiganya dapat saling bersinergi. Pada ranah Negara dapat menjadi beberapa gerakan politik yang dilakukan oleh parpol dalam pemilu yang mengungsung masalah yang juga didukung oleh gerakan sosial. Sebagai contoh gerakan sosial oleh masyarakat sipil seperti mereka yang pro atau anti Rancangan Undang-Undang anti Pornografi dan Pornoaksi (RUUAPP) mempunyai kaitan dengan kelompok atau parpol di ranah politik maupun kelompok bisnis pada sisi yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar